USD/CNH Hentikan Kenaikan Beruntun Tujuh Hari karena Inflasi Tiongkok, Yi PBOC Dukung Penjual
- USD/CNH tetap tertekan sementara melnjutkan pullback hari sebelumnya dari level tertinggi dua minggu.
- IHK Tiongkok memberikan kejutan positif, IHP turun di bulan September.
- Yi PBOC memberi sinyal lebih banyak ruang untuk menyesuaikan kebijakan, mengisyaratkan stimulus untuk mendukung ekonomi riil.
- Data konsumen-sentris AS akan menjadi penting karena DXY tetap suram.
USD/CNH turun kembali di bawah 7,1700 karena menghentikan tren naik tujuh hari selama sesi Asia hari Jumat. Dengan demikian, pasangan yuan Tiongkok lepas pantai (CNH) ini melanjutkan pullback hari sebelumnya dari level tertinggi dua minggu bahkan ketika angka inflasi datang beragam. Alasannya bisa dikaitkan dengan komentar dari Gubernur People's Bank of China (PBOC) Yi Gang, serta pelemahan dolar AS secara luas.
Meskipun demikian, Indeks Harga Konsumen (IHK) utama Tiongkok sesuai dengan prakiraan pasar yang optimis dengan naik 2,8% pada bulan September sementara Indeks Harga Produsen (IHP) gagal memenuhi ekspektasi selama bulan yang disebutkan, turun ke 0,9% dibandingkan prakiraan 1,0% dan 2,3% sebelumnya.
Sebelumnya, Gubernur People's Bank of China (PBOC) Yi Gang menyebutkan, "PBOC memiliki ruang untuk menyesuaikan kebijakan mengingat tingkat inflasi di Tiongkok berada dalam target." Pengambil kebijakan itu juga mengisyaratkan beberapa langkah, sebagian besar menyarankan lebih banyak stimulus untuk infrastruktur dan perumahan, untuk memberikan dukungan yang lebih kuat bagi ekonomi riil.
Meskipun para penjual USD/CNH berada dalam kekuatan penuh, gelombang virus Korona terbaru di Hong Kong, Shanghai, dan Beijing bergabung dengan dorongan luas untuk suku bunga yang lebih tinggi akan menantang optimisme di Tiongkok.
Pada hari Kamis, Indeks Harga Konsumen (IHK) AS ketiga yang lebih lemah secara berurutan berlawanan dengan IHK Inti yang mencapai tertinggi selama 40 tahun dan menenggelamkan Indeks Dolar AS (DXY) meskipun ada taruhan The Fed yang hawkish. Berbicara mengenai data, IHK AS naik ke 8,2% versus prakiraan pasar 8,1% tetapi menurun dibandingkan dengan 8,3% sebelumnya. IHK non Makanan & Energi, yang sebagian besar dikenal sebagai IHK Inti, melonjak ke 6,6% sementara melewati ekspektasi 6,5% dan pembacaan sebelumnya 6,3%.
Di tengah permainan ini, imbal hasil obligasi pemerintah AS turun tiga basis poin (bp) menjadi 3,92% sedangkan Kontrak Berjangka S&P 500 dan saham-saham di kawasan Asia-Pasifik mencetak kenaikan akhir-akhir ini.
Selanjutnya, beberapa tajuk utama seputar langkah PBOC selanjutnya dan Covid akan menjadi penting bagi para pedagang pasangan USD/CNH untuk diperhatikan sebagai dorongan baru menjelang Penjualan Ritel AS untuk bulan September, diprakirakan 0,2% MoM versus 0,3% sebelumnya. Yang juga penting adalah pembacaan awal dari Indeks Sentimen Konsumen (CSI) Michigan dan Ekspektasi Inflasi Konsumen 5-tahun Universitas Michigan (UoM) untuk bulan Oktober.
Baca juga: Pratinjau Penjualan Ritel AS: Kejutan Positif Dipantau agar Pembeli Dolar Mendapatkan Kembali Ketenangannya
Analisis Teknis
Gravestone Doji hari Kamis pada grafik harian bergabung dengan RSI (14) yang hampir overbought akan menjaga harapan para penjual.