S&P500 Futures Melemah di Bawah 4.600, Yield Naik Tipis

  • Sentimen pasar menggambarkan kecemasan pra The Fed di tengah kekhawatiran tambahan dari Tiongkok.
  • Kontrak Berjangka S&P500 menghentikan tren naik dua hari dan turun dari level tertinggi satu minggu, dengan sedikit penawaran jual akhir-akhir ini.
  • Imbal hasil obligasi Treasury AS tetap menguat di tengah kekhawatiran terkait perubahan kebijakan The Fed, ketegangan AS-Tiongkok dan saham Asia melemah.
  • Agenda kalender ekonomi yang sepi menambah hambatan pada momentum pasar menjelang FOMC, pidato Powell akan sangat penting agar mendapatkan petunjuk arah yang jelas.

Selera risiko memudarkan optimisme sebelumnya di tengah-tengah posisi pra The Fed yang khas pada hari Rabu dini hari. Menambah kekuatan pada konsolidasi pasar dapat berupa sejumlah tajuk utama yang negatif terhadap risiko baru-baru ini seputar Tiongkok.

Sementara menggambarkan suasana hati, Kontrak Berjangka S&P500 mencetak pelemahan harian pertama dalam tiga hari di sekitar 4.595 dengan mundur dari level tertinggi satu minggu yang dicatat pada hari sebelumnya. Pada baris yang sama, imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun dan dua tahun mencetak kenaikan tipis di sekitar level tertinggi dua minggu yang tercatat pada hari Selasa, mendekati 3,90% dan 4,89% pada saat berita ini ditulis.

Perlu dicatat bahwa saham-saham di zona Asia-Pasifik bergerak lebih rendah yang dipimpin oleh kinerja saham-saham di Tiongkok, Hong Kong, dan Shanghai. Lebih jauh lagi, Indeks Dolar AS (DXY) mendapatkan kembali momentum kenaikan setelah berbalik dari level tertinggi dua minggu sementara komoditas mengimbangi kenaikan baru-baru ini dengan pelemahan tipis pada saat berita ini ditulis.

Berbicara mengenai katalis utama, data AS yang baru-baru ini lebih kuat mendorong kembali kekhawatiran dovish mengenai Federal Reserve (The Fed) dan mendorong optimisme, sementara berita utama dari Senat AS menunjukkan tantangan baru terhadap hubungan AS-Tiongkok. Perlu dicatat bahwa hasil kuartalan Microsoft, yang diterbitkan setelah penutupan pasar AS, tidak mengesankan dan karenanya memberikan tekanan turun lebih lanjut pada risiko.

Namun demikian, Reuters melaporkan bahwa Senat AS yang beranggotakan 100 orang mendukung amandemen Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) dengan suara 91 banding 6. Ini berarti para pembuat kebijakan mendukung undang-undang yang mewajibkan perusahaan-perusahaan AS untuk melaporkan investasi di teknologi Tiongkok seperti semikonduktor dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang pada gilirannya merusak sentimen pasar dan menantang optimisme sebelumnya yang didukung oleh harapan akan adanya lebih banyak stimulus dari Tiongkok.

Di tempat lain, Kepercayaan Konsumen Conference Board (CB) AS melonjak ke 117,0 untuk bulan Juli dari 110,10 sebelumnya (direvisi) versus perkiraan pasar 112,10. Perincian survei mengungkapkan bahwa ekspektasi inflasi konsumen satu tahun turun tipis menjadi 5,7% sementara Indeks Situasi Saat Ini dan Indeks Ekspektasi Konsumen naik menjadi 160,0 dan 88,3 pada urutan bulan tersebut. Meskipun demikian, Indeks Harga Perumahan AS untuk bulan Mei mencetak kembali pertumbuhan 0,7% MoM dibandingkan dengan estimasi analis sebesar 0,2%, sementara Indeks Harga Rumah S&P/Case-Shiller juga mengulangi angka -1,7% YoY untuk bulan tersebut dibandingkan dengan ekspektasi -2,2%.

Perlu dicatat, bagaimanapun, bahwa data aktivitas yang dirilis sebelumnya dari negara-negara ekonomi utama dan kesiapan Tiongkok untuk stimulus besar membuat para pembeli tetap optimis di tengah ekspektasi bahwa The Fed tidak akan dapat mengumumkan lebih banyak kenaikan suku bunga setelah bulan Juli.

Baca juga: Forex Hari Ini: Pasar yang Optimis dan Dolar yang Lebih Lemah Jelang Fed

Gourinchas IMF: BoJ Harus Bersiap untuk Pengetatan di Masa Depan, Menjauh dari Kontrol Imbal Hasil

Mengomentari prospek kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ), kepala ekonom Dana Moneter Internasional (IMF) Pierre-Olivier Gourinchas mengatakan pada h
Đọc thêm Previous

Analisa Harga AUD/NZD: Lanjutkan Pullback dari Resistance Bulanan karena Inflasi Australia Mengecewakan

AUD/NZD menggambarkan kekecewaan pasar terhadap data inflasi Australia saat turun ke 1,0880 pada hari Rabu. Dengan demikian, pasangan eksotis ini mela
Đọc thêm Next