Kontrak Berjangka Dow Jones memangkas kerugian baru-baru ini setelah laporan pembicaraan Iran-Oman
- Kontrak berjangka Dow Jones mengurangi pelemahan seiring membaiknya sentimen setelah pembicaraan Iran-Oman untuk mengamankan transit aman di Selat Hormuz.
- Iran mengonfirmasi saluran diplomatik tidak langsung dengan AS tetap aktif meskipun ketegangan bilateral baru-baru ini meningkat.
- Inflasi AS yang meningkat mempercepat pasar untuk mengesampingkan pemotongan suku bunga pada 2026, menggeser taruhan pasar menuju kenaikan suku bunga pada bulan Desember.
Kontrak berjangka Dow Jones mengurangi pelemahan dalam perdagangan harian, tetap turun sebesar 0,56%, di dekat 49.350 selama perdagangan sesi Eropa menjelang pembukaan reguler Amerika Serikat (AS) pada hari Senin. Sementara itu, S&P 500 turun 0,23% ke dekat 7.410, dan kontrak berjangka Nasdaq 100 bergerak di sekitar 29.240.
Kontrak berjangka saham AS mencatat hasil yang beragam seiring membaiknya sentimen pasar akibat penurunan harga minyak, setelah laporan bahwa tim teknis Iran dan Oman bertemu pekan lalu di Oman untuk merundingkan mekanisme transit aman di Selat Hormuz.
Kementerian luar negeri Iran telah mengonfirmasi bahwa saluran diplomatik tidak langsung dengan Amerika Serikat tetap beroperasi meskipun ketegangan antara kedua negara baru-baru ini meningkat. Pejabat di Teheran menjelaskan bahwa meskipun proses dialog yang lebih luas saat ini menghadapi jalur yang sangat menantang, komunikasi tidak terputus.
Selama jam perdagangan awal pada hari Senin, sentimen pasar tetap sangat berhati-hati menyusul serangan drone baru-baru ini di Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi, serta meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, Presiden AS Donald Trump berencana bertemu dengan penasihat keamanan nasional teratas untuk membahas opsi militer terkait Iran, yang semakin memperdalam risiko konflik regional yang lebih luas.
Data ekonomi terbaru juga menunjukkan percepatan inflasi AS, yang membuat pasar sepenuhnya mengesampingkan pemotongan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Taruhan pasar terkait jalur kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) terus bergeser menuju potensi kenaikan suku bunga pada bulan Desember.
Para pedagang menantikan laporan pendapatan Nvidia yang sangat dinantikan akhir pekan ini untuk mendapatkan petunjuk apakah rally pasar yang didorong oleh AI dapat mempertahankan momentumnya. Secara bersamaan, hasil keuangan mendatang dari pengecer besar seperti Walmart dan Target akan dianalisis secara cermat untuk mengukur bagaimana belanja konsumen AS bertahan dari guncangan harga energi Timur Tengah baru-baru ini.
Pertanyaan Umum Seputar Dow Jones
Dow Jones Industrial Average, salah satu indeks pasar saham tertua di dunia, disusun dari 30 saham yang paling banyak diperdagangkan di AS. Indeks ini dibobot berdasarkan harga, bukan berdasarkan kapitalisasi. Indeks ini dihitung dengan menjumlahkan harga saham-saham penyusunnya dan membaginya dengan faktor, yang saat ini adalah 0,152. Indeks ini didirikan oleh Charles Dow, yang juga mendirikan Wall Street Journal. Pada tahun-tahun berikutnya, indeks ini dikritik karena tidak cukup mewakili secara luas karena hanya melacak 30 konglomerat, tidak seperti indeks yang lebih luas seperti S&P 500.
Banyak faktor yang mendorong Dow Jones Industrial Average (DJIA). Kinerja agregat perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan laba perusahaan triwulanan adalah yang utama. Data ekonomi makro AS dan global juga berkontribusi karena berdampak pada sentimen investor. Tingkat suku bunga, yang ditetapkan oleh Federal Reserve (The Fed), juga memengaruhi DJIA karena memengaruhi biaya kredit, yang sangat diandalkan oleh banyak perusahaan. Oleh karena itu, inflasi dapat menjadi pendorong utama serta metrik lain yang memengaruhi keputusan The Fed.
Teori Dow adalah metode untuk mengidentifikasi tren utama pasar saham yang dikembangkan oleh Charles Dow. Langkah kuncinya adalah membandingkan arah Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan Dow Jones Transportation Average (DJTA) dan hanya mengikuti tren saat keduanya bergerak ke arah yang sama. Volume adalah kriteria konfirmasi. Teori ini menggunakan elemen analisis puncak dan palung. Teori Dow mengemukakan tiga fase tren: akumulasi, saat uang pintar mulai membeli atau menjual; partisipasi publik, saat masyarakat luas ikut serta; dan distribusi, saat uang pintar keluar.
Ada sejumlah cara untuk memperdagangkan DJIA. Salah satunya adalah dengan menggunakan ETF yang memungkinkan investor memperdagangkan DJIA sebagai sekuritas tunggal, daripada harus membeli saham di semua 30 perusahaan konstituen. Contoh utama adalah SPDR Dow Jones Industrial Average ETF (DIA). Kontrak berjangka DJIA memungkinkan para pedagang untuk berspekulasi terhadap nilai indeks di masa mendatang dan Opsi memberikan hak, tetapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual indeks pada harga yang telah ditentukan di masa mendatang. Reksa dana memungkinkan para investor untuk membeli saham dari portofolio saham DJIA yang terdiversifikasi sehingga memberikan eksposur terhadap indeks keseluruhan.